Part 4

anak badak dihambat-hambat

dengan sengaja mencari bahaya

anak baik menantu molek

mendapat keuntungan yang berlipat ganda

anak dipangku dilepaskan, beruk dalam rimba disusukan (disusui)

selalu membereskan (memikirkan) urusan orang lain, sedangkan urusan sendiri diabaikan

anak orang, anak orang juga

seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing juga

anak sendiri disayangi, anak tiri dibengkengi

bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan

angan lalu, paham tertumbuk

suatu hal yang banyak halangannya meskipun tampaknya dapat dilakukan dengan mudah

angguk bukan, geleng ia

lain di mulut lain di hati

antan patah lesung hilang

tertimpa berbagai musibah (kecelakaan; kesusahan)

antan patah, lesung hilang

kemalangan yang bertimbun-timbun

apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar

tidak ada gunanya ilmu pengetahuan yang disimpan saja kalau tidak diajarkan kepada orang lain atau tidak dipraktikkan (tidak dimanfaatkan)

apa yang kurang pada belida , sisik ada tulang pun ada

orang yang berkecukupan, tidak ada yang kurang padanya

api padam puntung berasap

perkara yang sudah putus, tetapi timbul lagi
api padam puntung hanyut

sudah habis (tamat) benar-benar

arang habis besi binasa

pekerjaan yang telah banyak menghabiskan tenaga dan biaya, tetapi hasilnya tidak ada

arang itu jikalau dibasuh dengan air mawar sekalipun, tiada akan putih

tabiat orang yang dasarnya sudah buruk, tidak akan dapat diperbaiki lagi

asal ada kecil pun pada

kalau tidak mendapat banyak, sedikit pun cukup

asal ada sama di hati, gajah terantai boleh dilepaskan

kalau sudah ada persetujuan, apa pun halangannya dapat diatasi

asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan

tabiat orang tidak akan berubah

asal berinsang , ikanlah

tidak pilih-pilih (pekerjaan, makanan, perempuan, dsb)
asal menugal adalah benih

setiap perbuatan tentu akan ada hasilnya (ada yang memperhatikan)

No Response to "Part 4"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes