Part 7

bagai denai gajah lalu

hal yang tidak mungkin dapat disembunyikan

bagai dulang dengan tudung saji

sangat serasi

bagai duri dalam daging

selalu terasa tidak menyenangkan hati

bagai gadis jolong bersubang

sombong atau sangat riang (karena baru saja menjadi kaya, berpangkat tinggi, dsb)

bagai garam jatuh ke air

nasihat dsb yang mudah diterima

bagai getah dibawa ke semak

makin kusut (tentang perkara)

bagai ikan dalam keroncong

tidak tertolong lagi; tidak ada harapan lagi untuk meloloskan diri

bagai ikan kena tuba

banyak orang sakit atau mati dl sebuah kampung (negeri)

bagai ilak bercerai dengan benang

bercerai untuk selama-lamanya (tidak akan bertemu lagi)

bagai inai dengan kuku

tidak pernah bercerai

bagai itik pulang petang

sangat lambat (jalannya)

bagai jampuk kesiangan hari

kebingungan atau termenung karena kehilangan akal

bagai jawi ditarik keluan

menurut saja (karena tidak dapat melawan)
bagai jawi terkurung

sangat gelisah atau kurang senang karena terpingit atau terikat oleh adat

bagai kacang direbus satu

melonjak-lonjak kegirangan

bagai kapal tidak bertiang

perihal negeri atau perkumpulan (perhimpunan) yang tidak mempunyai pemimpin

bagai kapas -

putih bersih

bagai keluang bebar petang

ramai-ramai berkerumun

bagai kena buah malaka

sangat terperanjat seolah-olah kena peluru karena penghinaan yang tidak disangka-sangka

bagai kena santung pelalai

gadis yang lupa (tidak ingat) akan bersuami (karena diguna-gunai orang)

No Response to "Part 7"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes