Part 6

bagai anjing melintang denai

sangat gembira (sombong)

bagai ayam dibawa ke lampok

keheranan melihat sesuatu

bagai balam dengan ketitir

perihal dua orang yang selalu bertengkar, masing-masing membanggakan dirinya

bagai batu jatuh ke lubuk

hilang lenyap (orang yang meninggalkan tempat)

bagai beliung dengan asahan

sangat karib (tidak pernah bercerai)

bagai belut digetil ekor

lancar (cepat sekali)

bagai belut diregang

seseorang yang tinggi kurus

bagai belut kena ranjau (getah)

seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu

bagai bertanak di kuali

bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

bagai bertanak di kuali

bermurah hati kepada orang lain sehingga mendatangkan kesusahan kepada diri sendiri

bagai beruk kena ipuh

menggeliat-geliat karena kesakitan dsb

bagai berumah di tepi tebing

selalu tidak aman hatinya
bagai bulan dengan matahari

sebanding; sesuai

bagai bulan kesiangan

pucat dan lesu

bagai buntal kembung

bodoh dan sombong

bagai bunyi cempedak jatuh

bunyi seperti barang berat jatuh

bagai bunyi siamang kenyang

banyak bicara karena mendapat kesenangan

bagai dawat dengan kertas

tidak pernah bercerai; tidak dapat dipisahkan

bagai dekan di bawah pangkal buluh

seseorang yang pandai menyimpan rahasia

bagai dekan di bawah pangkal buluh

seseorang yang pandai menyimpan rahasia

No Response to "Part 6"

Posting Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes